Imam Bukhari berkata: Bab ini menerangkan tentang perintah mengikuti hadis-hadis Rasulullah saw, dan tentang firman Allah swt: "Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin orang-prang yang bertaqwa" Imam-imam yang lain mengatakan: "Di dalam mengamalkan hadis nabi, kami mengikuti orang-orang sebelum kami. Dan orang-orang sesudah kami, mengikuti kami." Ibnu Aun berkata: "Ada tiga perkara yang apabila berada dalam diriku aku sangat mencintanya, dan aku sangat mencintainya pula bila hal itu dimiliki kawan-kawanku. Yakni hadis Nabi yang selalu dikaji serta didalami isi kandungannya, Al-Qur'an yang selalu dipahami dan dihayati ajarannya, dan mengajak umat menusia ke arah kebaikan." Demikian keterangan Al-Bukhari.

Sahabat Jabir bin Abdillah ra telah berkata: "Ada sekelompok malaikat datang kepada Rasulullah saw, yang ketika itu beliau sedang tidur. Sebagian malaikat ada yang berkata: "Dia sedang tidur." Dan sebagian yang lain berkata: "Matanya memang tidur, tetapi hatinya tidak pernah tidur." Kemudian mereka serempak berkata: "Sesungguhnya temanmu Muhammad ini bisa menerima pembicaraan dengan isyarat, maka berikanlah isyarat kepadanya." Lalu sebagian malaikat yang lain ada yang berkata: "Dia sedang tidur." Dan sebagian yang lain lagi berkata: "Matanya memang tidur, tetapi hatinya tidak pernah tidur." Kemudian mereka serempak berkata: "Perumpamaan bagi Muhammad adalah ibarat seseorang yang membangun rumah, kemudian dia mengadakan pesta dengan mengundang sanak kerabat dan handai taulan. Barangsiapa mendatangi undangan, maka dia akan masuk ke dalam rumah itu, sekaligus menikmati hidangan yang sudah tersedia. Dan barangsiapa tidak mendatangi undangan, maka dia tidak bakalan masuk ke dalam rumah itu, serta tidak akan menikmati hidangan yang disajikan." Sebagian malaikat yang lain ada yang berkata: "Dia sedang tidur." Dan sebagian yang lain lagi berkata: "Matanya memang tidur, tetapi hatinya tidak pernah tidur." Kemudian mereka serempak berkata: "Kehidupan sorga, yang mempromosikan adalah Muhammad saw. Barangsiapa mentaati Muhammad, berarti dia mentaati Allah. Dan barangsiapa durhaka kepada Muhammad, berarti dia telah mendurhakai Allah. Dan, Muhammad adalah simbol perbedaan antara manusia yang taat dan yang durhaka (kepada Allah)." (HR. Bukhari).

Sahabat Abi Musa ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Perumpamaan antara diriku dengan risalah yang diwahyukan Allah kepadaku adalah ibarat seorang lelaki yang datang kepada sekelompok kaum, lalu dia berkata: "Hai saudara-saudaraku, dengan mata kepala aku telah melihat ada bala tentara yang siap bertempur untuk menghancurkan kita. Sedangkan aku datang untuk memberi peringatan kepadamu." Di antara kaum itu ada yang percaya dengan peringatan tersebut, hingga kemudian berkemas diri pergi mengungsi. Dan akhirnya mereka pun selamat Tetapi ada pula sebagian kaum yang tidak percaya atas peringatan itu, hingga mereka tetap santai di rumah. Dan akhirnya musuh pun datang menghancurkan serta memporak-porandakan mereka. Demikianlah perumpamaan bagi orang yang taat kepadaku dan mengikuti sunahku dengan orang yang durhaka kepadaku dan mengingkari sunahku." (HR. Muslim).

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Tinggalkanlah segala perkara yang aku larang. Sebab kehancuran yang menimpa umat sebelummu, adalah akibat dari banyaknya permasalahan yang mereka ajukan dan menentang ajaran nabi-nabi mereka. Karena itu, bila aku melarang sesuatu, maka jauhilah. Dan bila aku memerintahkan sesuatu, maka laksanakanlah dengan segala kemampuan yang ada pada dirimu." (HR. Bukhari).

Thariq bin Syihab menerangkan, bahwa ada seorang lelaki Yahudi berkata kepada Umar bin Khathab: "Ya Amiral Mukminin, seandainya ayat: "Pada hari ini Aku sempurnakan kepadamu agamamu, dan Aku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, serta Aku rela Islam sebagai agamamu," diturunkan kepadaku, pasti pada hari dimana ayat itu diturunkan akan aku jadikan sebagai hari raya." Jawab sahabat Umar bin Khathab: "Aku lebih mengetahui kapan dan hari apa ayat tersebut diturunkan. Yakni pada hari wuquf di Arafah yang pada waktu itu jatuh hari Jum'ah." (HR. Bukhari).

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Semua umatku kelak masuk sorga, kecuali yang tidak mau." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulallah, siapakah orang yang tidak mau masuk sorga?" Jawab Rasulullah: "Barangsiapa taat kepadaku, berarti dia masuk sorga. Dan barahgsiapa durhaka kepadaku, berarti dia menolak untuk masuk sorga." (HR. Bukhari).

Sahabat Irbadh bin Sariyah ra telah berkata: Rasulullah saw pernah menasehati kami dengan nasehat yang keras, hingga membuat hati gemetar dan air mata mengucur, deras. Kemudian kami berkata: "Ya Rasulallah, seakan-akan nasehatmu ini merupakan nasehat yang terakhir. Maka berikanlah wasiat kepada kami." Sabda Rasulullah: "Aku berwasiat kepadamu agar selalu bertaqwa kepada Allah, patuh dan taat (kepada pimpinan) sekalipun yang memimpinmu seorang hamba sahaya. Sebab barang-siapa di antara kamu sepeninggalku nanti masih hidup, maka dia akan melihat perbedaan pendapat yang merajalela. Ketika perbedaan pendapat sudah terjadi, maka berpegang teguhlah kepada sunahku dan sunah khulafaur-rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunah itu dengan gigi taringmu (hingga tidak bisa lepas), Dan jauhilah perkara-perkara baru. Sebab setiap yang bid'ah pasti tersesal" (HR. Abu Dawud).

Sahabat Abi Sa'id Al-Khudri ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Barangsiapa makan dari rizki yang halal lagi bergizi, melakukan sesuatu berdasarkan sunah, dan sanak kerabatnya merasa aman dari gangguannya, maka dia pasti masuk sorga." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulallah, orang seperti itu kini masih banyak kita jumpai di kalangan umatmu." Jawab Rasulullah: "Kelak setelah aku meninggal, orang yang amalnya seperti itu sulit sekali dijumpai." (HR. Hakim, dan menurutnya termasuk hadis shahih).

Sahabat Abi Ayub Al-Anshari ra berkata: Suatu waktu Rasulullah datang kepadaku, dan terlihat sangat gembira. Kemudian beliau bersabda: "Taatlah kamu sekalian kepada perintahku selagi aku masih di sisimu. Dan berpegang teguhlah kepada kitabullah (Al-Qur'an), halalkanlah barang yang halal dan haramkanlah barang yang haram." (HR. Thabrani).
Sahabat Jabir ra telah berkata: "Sesungguhnya Al-Qur'an adalah penolong bagi orang yang meminta pertolongan. Barangsiapa mengikuti petunjuk Al-Qur'an, maka Al-Qur'an akan menuntunnya ke dalam sorga. Dan barangsiapa meninggalkan petunjuk Al-Qur'an, maka akan dilemparkan ke dalam siksa neraka." (HR. Bazar, termasuk hadis marfu' dengan sanad yang baik).

Sahabat Abbas bin Rabi' ra telah berkata: Aku melihat Umar bin Khathab ra mencium hajar Aswad, seraya berkata: "Wahai hajar Aswad, aku tahu bahwa engkau hanyalah batu yang tidak bisa memberi manfaat dan tidak dapat pula mendatangkan malapetaka yang merugikan. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, maka aku tidak akan pernah pula menciummu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Tagged: ,

1 comment:

  1. hadiri seminar ekonomi syariah banjarmasin,
    http://aunorrafikizaki.blogspot.com/2014/05/seminar-ekonomi-syariah.html

    ReplyDelete